SAVE ARU ISLANDS
Indigenous people of Aru Islands save one million hectares of forest ‼️
June 30, 2025 Moluccas: Indigenous people from the Aru Islands received the prestigious Rights and Resources Award on June 30, 2025, in honor of their decades-long commitment to fighting land grabbing and environmental destruction.
We congratulate the #SaveAru movement, especially
the Jargaria people, on receiving
the Rights and Resources Award !
READ MORE
the Jargaria people, on receiving
the Rights and Resources Award !
READ MORE
Masyarakat adat di kepulauan Aru telah menyelamatkan satu juta hektar hutan ‼️
30 Juni 2025 Indonesia / Maluku : Masyarakat adat di kepulauan Aru pada 30 Juni 2025 telah menerima Collective Action Award 2025 dari Right Resources International (RRI). Ini merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan berpuluh-puluh tahun mereka menentang perampasan lahan dan perusakan lingkungan.
Kami ucapkan selamat pada gerakan #Save Aru dan terutama warga Jargaria yang menjadi roda pergerakan ini yang telah menerima Collective Action Award 2025 dari Right Resources International.
🎥 Watch the VIDEO on YouTube ▶️ Collective Action Award winner: Indigenous People of Jargaria, Aru Islands Indonesia
The Rights and Resources Initiative | July 29, 2025
🎥 Watch the VIDEO on YouTube ▶️ Collective Action Award winner: Indigenous People of Jargaria, Aru Islands Indonesia
The Rights and Resources Initiative | July 29, 2025
July 2, 2010 Aru / Moluccas: 500.000 HECTARES OF FOREST OR 5,000 KM2 IN 6 ISLANDS OF ARU ARCHIPELAGO (MALUKU PROVINCE) ARE GONNA BE REPLACED BY SUGAR CANE INDUSTRY OF THE INDONESIAN REPUBLIC ‼️
On July 2, 2010, PT Menara Grup has been granted a business permit by the Regent of the Aru Islands, Teddy Tengko, following the recommendation of the Governor of Maluku, Karel Albert Ralahalu dated July 19 2011 and the principle permit from the Minister of Forestry on February 5 2013.
On July 2, 2010, PT Menara Grup has been granted a business permit by the Regent of the Aru Islands, Teddy Tengko, following the recommendation of the Governor of Maluku, Karel Albert Ralahalu dated July 19 2011 and the principle permit from the Minister of Forestry on February 5 2013.
|
KOALISI PEMUDA DAN MASYARAKAT ADAT KABUPATEN KEPULAUAN ARU SAAT DEMO MENOLAK PT.MENARA GROUP, KAMIS (12/09 2013) DI KOTA DOBO ⬇️
SAVE ARU - Without their free, prior and informed consent (FPIC), the Indigenous inhabitants of the Aru Islands, as customary landowners , is currently threatened with large scale deforestation of 500.000 hectares of forest by the Indonesian government. Their objective is to transform the Aru Islands into large scale sugar cane plantations. ▶️ Read more
SAVE ARU - Masyarakat Kepulauan Aru saat ini sedang digelisahkan dengan rencana pengembangan perkebunan tebu berskala besar di Kepulauan Aru. 28 perusahan pengembang dari Jakarta di bawah bendera PT. Menara Group telah memperoleh, baik ijin lokasi, rekomendasi pelepasan kawasan hutan, serta surat rekomendasi dari Bupati Kepulauan Aru maupun Gubernur Maluku, untuk pelepasan 500.000 ribu hektare lahan dari kawasan Aru Utara, Tengah dan Selatan.
Kegelisahan masyarakat Aru ini dikarenakan mereka tak pernah diberitahu, atau diminta ijin, sebagai pemilik tanah adat untuk rencana pengembangan ini. Selama ini Aru juga dikenal sebagai satu-satunya habitat di Maluku untuk kehidupan Burung Cendrawasih Raja, Kakatua Raja Kepala Hitam, Kanguru jenis kecil, serta berbagai satwa khas lainnya. Habitat bagi satwa endemik ini didukung oleh kawasan hutan primer yang sebagian besar masih terjaga, dengan jenis kayu-kayu unggulan dalam ukuran besar. Ketinggian rata-rata pulau-pulau di Aru dari permukaan air lebih kurang 3,5-4 meter dari permukaan air. Kenyataan ini meningkatkan ketakutan hancurnya Aru, bilamana 500. 000 hektare lahan dibabat untuk pengembangan perkebunan tebu. Masyarakat Aru saat ini membutuhkan dukungan berbagai jaringan pemerhati lingkungan dan hak-hak adat untuk membantu mereka mengadvokasi kasus ini dan membatalkan rencana pengembangan perkebunan tebu ini. SAVE ARU ISLAND
|
#SaveAru: Pertempuran Panjang Menuju Kemenangan Gerakan Rakyat
Dipublikasikan: 09 Oktober 2019 Kisah bagaimana masyarakat adat di Kepulauan Aru berhasil melawan rencana pembangunan perkebunan tebu raksasa di wilayah adat mereka Did the Aru Islanders just stop a 500,000 hectare plantation threat? Intercontinental Cry | 21 April 2014 Peserta Musyawarah Adat Kecewa, Pemda Aru Abaikan Surat Undangan Tabloid Dhara Pos / 26 Januari 2014 Komnas HAM Temukan Pelanggaran Menara Grup di Aru KabarTtimur / 12 Desember 2013 Tolak Perkebunan Tebu, Koalisi Save Aru Galang Dukungan Kompas / 10 Desember 2013 70 percent of Aru Islands forest to be destroyed for sugar-cane plantation RNZI / 14 October, 2013 Forests in Aru Islands to be harvested for sugar-cane plantation RNZI / 13 October, 2013 ‘Free prior and informed consent’ (FPIC) atau PADIATAPA (Persetujuan Diawal Tanpa Paksaan) adalah prinsip bahwa masyarakat adat dan masyarakat lokal memiliki hak untuk memberikan atau tidak memberikan persetujuan untuk proyek-proyek yang diusulkan yang dapat mempengaruhi tanah mereka biasanya memiliki, menempati atau menggunakani.
FPIC sekarang menjadi prinsip utama dalam hukum internasional dan yurisprudensi yang berkaitan dengan masyarakat adat. ▶️ Baca selengkapnya Pernyataan Ketua AMAN Maluku
Yanes Balubun, SH.MH Desember 1, 2013 P2 ▶️
Urai Uni activists protect the forests of the Aru Islands (© Simon Kamsy)
MICHR installed NeoWorx vistor counter on August 9, 2008 : Total number of Visitors: 89.429 from 177 Countries.
December 02, 2013 NeoWorx Ends it services. ➡️ READ MORE |